Sabtu, 03 Desember 2016

Janjang Saribu Bukit TInggi Sumatera Barat: Informasi Wisata

Sumatera Barat, khususnya Bukittinggi, selalu menawarkan banyak sekali manfaat wisata bagi para pengunjung disana. Bila menginginkan sebuah referensi tempat wisata unik, yang dapat dijadikan pilihan adalah janjang saribu bukittinggi. Mungkin beberapa orang masih bertanya-tanya mengenai tempat wisata tersebut. Faktanya memang masih belum banyak orang yang tahu seputar tempat wisata ini. Yang paling unik adalah kemiripan konsep yang dimiliki kawasan wisata ini terhadap Tembok besar China. Bisa dijadikan sebagai pengganti menikmati indahnya tembok besar yang ada di Cina.


Daya Tarik Janjang Saribu Bukittinggi

Dalam menikmati kunjungan ke janjang saribu bukittinggi, tentu saja harus mengetahui terlebih dahulu tentang deskripsi dari tempat wisata ini. Wisatawan biasanya ingin merasakan sebuah sensasi berkunjung ke Tembok Besar Cina, namun dengan versi kota Bukittinggi. Bila dilihat secara sepintas, tentu saja ada banyak deretan anak tangga yang cukup panjang pada kawasan atau daerah Koto Gadang. Panjang dari anak tangga tersebut mencapai atau membentang ke kawasan bawah Ngarai Sianok. Jalan anak tangga tersebut diberi nama Janjang Saribu, atau yang berarti tangga seribu.

Para wisatawan tentunya penasaran dengan panjang keseluruhan dari janjang saribu bukittinggi. Faktanya, panjang dari janjang ini adalah 780 meter, dari ujung ke ujung. Dulunya tempat ini dianggap remeh oleh orang. Akan tetapi setelah dilakukan renovasi sana-sini, bangunan menjadi terlihat baru dan lebih menarik. Dengan demikian, semakin banyak saja sekarang ini orang yang memanfaatkan kawasan wisata tersebut untuk berlibur, atau bahkan sekedar berfoto-foto saja. Sedangkan untuk lebar dari janjang saribu itu sendiri adalah 2 meter. Aksen yang disertakan pada janjang tersebut amat mirip dengan apa yang ada di China atau Gread wall koto Gadang di Bukittinggi.

Sudah dapat dipastikan bahwa tempat wisata tersebut akan menjadi daya tarik baru untuk wisatawan lokal, dan bahkan asing. Banyak juga yang memanfaatkan kawasan tersebut untuk melakukan olahraga dan juga aktifitas lainnya. Akan tetapi setiap pengunjung juga harus berhati-hati karena janjang saribu bukittinggi sedikit curam. Lama untuk berjalan dari ujung ke ujung pada janjang seribu diperkirakan 30 menit. Pasti banyak juga yang tertarik mengunjunginya, meskipun berasal dari bermacam daerah lain.

Pantai Gandoriah Sumatera Barat: Informasi Wisata

Rasanya tidak lengkap jika Anda bertandang ke Kota Pariaman belum singgah ke pantai yang satu ini. Pantai Gandoriah namanya, sebuah ruas pantai wisata dengan panorama pulau-pulau kecil di pusat Kota Pariaman. Perpaduan posisi yang strategis, panorama yang indah, dan konturnya yang landai, membuat pantai ini menjadi salah satu objek wisata pantai paling populer di sini.

Asal-usul nama Pantai Gandoriah memiliki kisah tersendiri. Gandoriah merupakan nama seorang gadis dalam cerita rakyat Minangkabau. Menurut Kabid Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata Kota Pariaman, Asnul Nazar, kisah ini sudah semakin jarang diketahui masyarakat, kecuali oleh kalangan sesepuh masyarakat. Kisah tersebut menceritakan perjalanan cinta seorang pemuda bernama Anggun Nan Tongga dengan Puti Gandoriah, yang tak lain adalah sepupunya.



Dikisahkan, Anggun Nan Tongga pergi berlayar untuk menemukan tiga mamaknya (paman) yang tidak kunjung pulang dari perantauan. Dalam perjalanan yang melewati banyak rintangan, Nan Tongga berhasil menemukan pamannya satu per satu. Karena pengkhianatan salah seorang teman yang lebih dahulu kembali ke kampung halamannya, Puti Gandoriah menyangka kekasihnya telah meninggal.

Dalam kesedihannya, Puti Gandoriah memutuskan bersemedi di Gunung Ledang. Kisah ini pun berakhir tragis saat Nan Tongga dan Puti Gandoriah bertemu kembali tetapi harus menerima kenyataan bahwa mereka berdua adalah saudara sepersusuan yang tidak boleh saling menikah.

Nan Tongga dalam cerita rakyat tersebut dikemudian hari dijadikan nama sebuah hotel di tepi Pantai Pariaman, yang merupakan hotel tertua di kota ini. Keberadaan hotel ini menjadi inspirasi nama pantai oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Padang Pariaman saat itu.

Menurut Bapak Murad Masri, Kepala Dinas pariwisata periode 1983-1995, awalnya ada tiga opsi penamaan yaitu, Piaman Indah, Angso Duo, dan Gandoriah. Dari ketiga opsi tersebut, akhirnya nama Gandoriah yang dipilih dan diresmikan sebagai nama pantai ini pada masa pemerintahan Bupati Zainal Bakar (1990-1994).

Panorama laut memang menjadi salah satu keunggulan utama pantai ini. Di lepas pantai setidaknya terdapat gugusan 6 pulau kecil yang terlihat bagaikan menghias cakrawala. Keenam pulau itu adalah Pulau Kasiak, Pulau Angso, Pulau Tangah, Pulau Ujung, Pulau Gosong dan Pulau Bando.

Selain dapat dinikmati sebagai bagian dari panorama lautnya, sebagian besar pulau ini dapat disinggahi dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 20 menit perjalanan.

Disamping menikmati keindahan panoramanya, pantai ini juga menyajikan berbagai aktivitas rekreasi laut yang bisa menjadi pilihan saat liburan. Diantaranya, renang, selancar, dan beraneka jenis olah raga pantai lainnya. Sayangnya, fasilitas-fasilitas rekreasi tersebut sebagian hanya tersedia pada saat akhir pekan dan musim liburan saja.

Keunggulan yang dimiliki Pantai Gandoriah juga didukung oleh aksesnya yang strategis. Posisinya yang berada di pusat kota, menjadikan akses transportasi umum seperti angkot dan bus antar kota tidak terlalu sulit kita temukan di sini.

Selain itu, terdapat jalur kereta yang menghubungkan langsung pantai ini dengan Kota Padang. Bahkan, posisi stasiunnya pun tepat berada di depan gerbangnya. Tidak heran jika PT. KAI pun kemudian menghadirkan rute perjalanan kereta wisata jurusan Padang-Pariaman yang beroperasi setiap akhir pekan.

Menurut catatan dinas pariwisata setempat, intensitas kunjungan wisatawan ke pantai ini relatif tinggi, khususnya pada event-event budaya seperti Festival Tabuik.

Setiap tahunnya, pantai ini memang menjadi lokasi penyelenggaraan acara puncak tradisi tabuik, yaitu saat pembuangan tabuik ke laut. Karenanya, jika saat momentum tersebut tiba, pantai ini berubah menjadi lautan manusia yang datang dari berbagai penjuru Sumatera Barat.

Ngarai Sianok Sumatera Barat: Informasi Wisata

Ngarai Sianok merupakan lembah curam yang berada di tengah Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat. Lembah yang panjang dan berkelok-kelok ini terletak di selatan Ngarai Koto Gadang sampai Ngarai Sianok Enam Suku, dan berhenti di Palupuh.
Lembah curam ngarai ini mempunyai kedalaman 100 m dan memunyai panjang kurang lebih 15 km dengan lebar 200 m. Ngarai Sianok merupakan pemisah pulau Sumatera menjadi 2 bagian yang memanjang atau disebut Patahan Semangko. Sepanjang patahan yang dindingnya sangat curam serta tegak lurus ini membentuk lembah hijau yang merupakan hasil sinklinal (gerakan turunnya kulit bumi).

Objek Wisata

Ngarai Sianok Sumatera 
Pada tahun 2007 akibat gempa Sumatera sebagian dindingnya runtuh, tetapi Ngarai Sianok masih tetap mempesona para wisatawan yang datang. Meskipun demikian Ngarai Sianok mendapatkan The Best Tourism Object dalam ajang Penghargaan Padang Tourism Award 2007 yang berlangsung di Padang, Sumatera Barat.
Sungai Sianok 
Tidak hanya pemandangan tebing curam saja, Batang Sianok (batang dalam bahasa Minangkabau berarti sungai) yang mengalir di Ngarai Sianok pun menambah keindahan lokasi wisata di Sumatera Barat. Airnya yang cukup jernih ini bermuara di Samudera Hindia. Terkadang aliran Sungai Sianok sering digunakan untuk beraktivitas olah raga air seperti, arung jeram, kayak, dan kano.
Monyet Ekor Panjang Ngarai Sianok 
Selain itu, di sepanjang tepi sungai masih dapat dijumpai bunga rafflesia yang tumbuh subur dan beraneka ragam tumbuhan obta-obatan. Jika Anda ingin melihat satwa liar, Anda bisa masuk ke dalam hutan di lembah Sianok. Beberapa hewan yang bisa Anda temui yaitu siamang, monyet ekor panjang, rusa, macan tutul, babi hutan, dan mungkin juga tapir asia.

Lokasi

Ngarai Sianok berada di pusat Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.

Akses

Jika Anda dari Padang, untuk menuju ke Bukittinggi Anda bisa menggunakan transportasi darat dengan angkutan umum. Waktu tempuh kurang lebih sekitar 2 jam. Setibanya di Bukittinggi, perjalanan dilanjutkan dengan angkutan umum yang banyak dijumpai menuju ke objek Ngarai Sianok. Untuk kenyamanan Anda, disarankan lebih baik menggunakan mobil pribadi atau agen travel.

Harga Tiket Masuk

Biaya retribusi untuk dapat menikmati pemandangan Ngarai Sianok sebesar Rp. 4.000,-/orang.

Fasilitas dan Akomodasi

Karena terletak di pusat kota, banyak dijumpai penginapan villa dan hotel yang nyaman di sekitar Ngarai Sianok. Seperti Ambun Suri Hotel Bukittinggi dan Parai Mountain Resort. Untuk makanan, banyak warung yang menjual makanan, Anda akan dimanjakan dengan masakan khas Padang yang beraneka macam. Namun, Nasi Kapau merupakan menu makanan yang sangat menarik untuk Anda coba. Anda bisa mencobanya di Warung yang berada di Pasar Lereng.

Rabu, 30 November 2016

Pura Besakih

Alamat: Desa Besakih, Kec. Rendang, Karangasem, Besakih, Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali 80238, Indonesia.


Besakih adalah sebuah komplek pura yang terletak di lereng Gunung Agung yang mana menjadi pusat kegiatan upacara agama bagi seluruh umat Hindu di Pulau Bali. Pura Besakih merupakan tempat persembahyangan agama Hindu di Bali,. Karena begitu banyaknya adanya pura didalam satu wilayah, maka Pura Besakih menjadi pura terbesar di Indonnesia.
Komplek Pura ini terdiri dari 1 Pura Pusat yakni Pura Penataran Agung Besakih dan 18 Pura Pendamping yakni 1 Pura Basukian dan 17 Pura Lainnya. Pura Besakih merupakan pusat kegiatan keagamaan umat Hindu dari seluruh Pura yang ada di Pulau Bali. Di antara semua pura-pura didalam kompleks Pura Besakih, Pura Penataran Agung adalah pura yang terbesar, terbanyak terdapat bangunan-bangunan pelinggihnya, terbanyak jenis upakaranya dan merupakan pusat semua pura yang ada di komplek Pura Besakih.
Pura Penataran Agung terdapat 3 arca atau candi utama simbol stana dari sifat Tuhan Tri Murti, diantaranya adalah Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa. Simbol tersebut merupakan perlambang dari Dewa Pencipta, Dewa Pemelihara dan Dewa Pelebur ( Reinkarnasi ). Pura Besakih sudah dimasukkan ke dalam daftar pengusulan Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1995.

Filosofi Pura Besakih
Fisik daripada bangunan Pura Besakih, tidak cuma menjadi tempat pemujaan terhadap Sang Maha Pencipta. Dari kepercayaan Agama Hindu Dharma ( agama terbesar di Pulau Bali ), di dalam  Pura Besakih memiliki keterkaitan latar belakang dengan makna Gunung Agung. Gunung ini ialah sebuah gunung tertinggi di Pulau Bali yang dipercaya sebagai pusat Pemerintahan Alam Arwah, Alam Para Dewata, yang menjadi utusan Sang Maha Pencipta untuk wilayah Pulau Bali dan sekitarnya.
Sebab itulah di lereng Barat Daya Gunung Agung dibuat bangunan untuk kesucian umat manusia, Pura Besakih yang bermakna filosofis. Makna filosofis yang terkadung di Pura Besakih mengandung unsur-unsur kebudayaan yang meliputi: Sistem pengetahuan, Peralatan hidup dan teknologi, Mata pencaharian hidup, Organisasi sosial kemasyarakatan, Sistem bahasa, Religi dan upacara, serta Kesenian.
Kesemua unsur kebudayaan itu dibentuk dalam wujud budaya ide, wujud budaya aktivitas, dan wujud budaya material. Hal tersebut sudah muncul pada masa pra-Hindu maupun masa Hindu yang sudah mengalami perkembangan melalui tahap mitis, tahap ontologi dan tahap fungsional.
Sejarah Pura Besakih

Pura yang satu ini sudah terkenal hingga ke macanegara, begitu banyak penelusur domestik maupun asing yang berwisata ke obyek wisata ini. Saking besarnya Pura Agung Besakih yang merupakan satu kompleks dari Pura Besakih mendapat nama sebagai ibunya dari Pura di Bali. Siapakah yang membangun ? Pembangun Pura Besakih ialah seorang tokoh agama Hindu dari India yang telah lama menetap di pulau Jawa yang bernama Rsi Markandeya.
Awal mula dari lokasi Pura Besakih ini adalah hutan belantara, konon cerita pada waktu itu belum ada selat Bali seperti sekarang. Dan perlu diketahui bahwasannya dulu Pulau Jawa dan Pulau Bali masih menjadi satu yang mana belum terpisahkan oleh lautan. Karena panjangnya Pulau Jawa dan Pulau Bali, maka pulau ini disebut-sebut Pulau Dawa ( dalam bahasa Indonsia berarti Pulau Panjang ).
Pada saat itu Rsi Markandeya melakukan ritual bertapa di Gunung Hyang atau Gunung Dieng Jawa Tengah. Kemudian Rsi Markandeya mendapat petunjuk untuk merambas hutan di Pulau Dawa dari selatan menuju ke utara. Ditempat perambasan hutan inilah, Rsi Markandeya menanam kendi yang berisikan logam dan air suci. Logam tersebut diantaranya logam emas, logam perak, logam tembaga, logam besi dan logam perunggu.
Sejumlah logam tersebut Masyarakat Bali menyebutnya dengan nama Pancadatu. Oh iya Sob, selain logam juga ada permata yang turut ditanam, permata tersebut disebut Mirahadi yang berarti mirah utama. Lokasi penanaman kendi inilah yang disebut-sebut dengan nama Basuki ( selamat ). Bernamakan Basuki disebabkan dalam proses perambasan hutan para pengikut dari Rsi Markandeya selamat melaksanakan misinya, lamat laun berjalanyan waktu nama Basuki berubah menjadi Besakih.

Taman Werdhi Budaya Art Center Bali: Informasi Wisata

Art Centre atau Taman Budaya ( Taman Werdhi Budaya ) merupakan salah satu tempat terluas untuk pergelaran seni budaya dari seluruh Pulau Bali. Setiap tahunnya tempat ini rutin diadakan Pesta Kesenian Bali. Selain  memiliki lokasi yang sangat strategis serta sejuk,  tempatnyapun dijaga, dirawat,  dan juga indah.
Art Center didirikan oleh Gubernur Bali pertama yang bernama Ida Bagus Mantra, yang mana lokasinya berada di Jalan Nusa Indah Denpasar Bali. Luas keseluruhan Art Center kurang lebih 14 hektar, tak mengherankan jika menjadi target kunjungan wisatawan ketika berlibur di Bali dan setiap harinya banyak wisatawan domestik maupun asing yang berkunjung.
Kawasan ini pertama kali dibuka pada tahun 1973 dan merupakan awal dari diselenggarakannya tradisi Pesta Kesenian Bali atau Bali Art Festival. Tepatnya di bulan Juni di setiap tahunya, kawasan Art Center akan diadakan Pesta Kesenian Bali yang biasannya dibuka oleh presiden sendiri. Melihat waktunya, pastilah sangat tepat karena merupakan libur panjang dan paska berlibur yang seru.
Kesenian Bali tersebut akan ramai diikuti oleh seluruh seniman dari Bali yang akan memperkenalkan indahnya kesenian yang tidak Cuma berbentuk tarian maupun pahatan. Beraneka macam pagelaran seni dapat dinikmati wisatawan setiap malam saat Pesta Kesenian Bali diadakan. Pagelaran seni tersebut adalah seni wayang, sendratari, seni tari kreasi baru, bondes, jogged dan geguntangan.
Seluruh kesenian ini diadakan bertujuan untuk menjaga kelestarian seni dan budaya Bali agar tidak punah. Diadakannya acara di Art Center tersebut, akan membuat lokasi obyek wisata ini menjadi sangat ramai oleh wisatawan. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan bahkan bersama keluarga besar tak perlu khawatir karena area parkir yang disediakan cukup luas.
Selain bisa menikmati segala pagelaran seni di Art Center, pihak pengelolapun ternyata membebaskan biaya masuk ke kawasan wisata ini alias geratis. Bagaimana Guys, tertarik mengunjungi Art Center ? Janga lupa berkunjung ke Bali ya !!!
Lokasi Art Center berada di Jalan Nusa Indah Denpasar, yang bisa Anda akses dari Bandara Internasional Ngurah Rai dengan jarak sekitar 15 km atau 30 menit perjalanan. Sementara itu rute yang dapat Anda gunakan  bisa mengambil jurusan menuju ke pusat Kota Denpasar di Jalan Gajah Mada, lurus ke Timur menuju Hayam Wuruk, disebelah kiri tepat setelah Banjar Kedaton, Anda akan sampai di Jalan Nusa Indah Denpasar dan di sinilah lokasinya.
Kawasan Art Center dibagi menjadi 4 komplek, adalah sebagai berikut :
1. Komplek Suci meliputi Pura Taman Beji, Bale Selonding, Bale Pepaosan, dll.
2. Komplek tenang meliputi Perpustakaan Widya Kusuma
3. Komplek setengah ramai meliputi Gedung Pameran Mahudara, Gedung Kriya, Studio Patung, Wisma Seni, wantilan
4. Komplek ramai meliputi Panggung Terbuka Ardha Candra & Panggung tertutup Ksirarnawa (keduanya berada sebelah Selatan Sungai)

Tampaksiring, Tampaksiring, Gianyar Bali: Informasi Wisata


Tampaksiring adalah ibukota kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali, Indonesia.

Tampak Siring adalah nama sebuah desa dan Kecamatan di kabupaten Gianyar, kecamatan Tampak Siring luasnya 42,63 km2. Jika dari Bandara Internasional Ngurah Rai Denpasar, maka diperlukan waktu perjalanan kurang lebihnya selama satu jam, para wisatawan ke tempat wisata di Ubud ini bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Lokasi Tampak Siring yang dijadikan tempat wisata di kawasan Ubud ini memiliki sebuah pura yang selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan yang akrab disapa dengan nama Pura Tirta Empul. Pura ini terletak di Kecamatan Tampak Siring, yang mana banyak dikunjungi para wisatawan domestik ataupun wisatawan mancanegara.
Spot wisata Pura Tirta Empul merupakan salah satu tempat wisata di Pulau Bali yang wajib dikunjungi, terkhusus daerah Ubud. Di lokasi wisata ini atau tepatnta di Pura Tirta Empul terdapat sumber mata air yang digunakan oleh masyarakat setempat sebagai tempat pemandian dan memohon tirta suci.
Asal Usul

Nama Tampak Siring bermula dari dua buah kata bahasa Bali ( "tampak" dan "siring"), masing-masing berarti telapak dan miring. Di ambil dari sebuah legenda yang mana terekam pada daun lontar Usana Bali, nama tersebut berasal dari bekas tapak kaki seorang raja yang bernama Mayadenawa, raja ini sangat pandai serta sakti  tetapi memiliki sifat angkara murka dan jahat.
Raja Mayadenawa menganggap dirinya sebagai dewa dan kemudian menyuruh rakyatnya untuk menyembahnya. Akibat dari tabiatnya itu, Dewa Batara Indra murka dan mengirimkan bala tentaranya. Kemudian Raja Mayadenawa lari dan masuk hutan, agar jejaknya tak mudah diketahui ia berjalan dengan cara memiringkan telapak kakinya.
Meskipun begitu, Raja Mayadenawa juga tertangkap oleh bala tentara Batara Indra. Sebelum berhasil di tangkap, dengan sisa kesaktiannya Ia berhasil menciptakan mata air beracun yang menyebabkan banyak kematian siapapun yang meminum air dari mata air tersebut. Kemudian Dewa Batara Indra  menciptakan mata air sebagai penawar air beracun itu yang diberi nama "Tirta Empul" ("air suci").
Sementara kawasan hutan yang dilalui Raja Mayadenawa dengan berjalan sambil memiringkan telapak kakinya itulah yang sekarang terkenal dengan kawasan wisata Tampak Siring. Kawasan ini banyak digunakan sebagai jalur persinggahan para wisatawan yang berkunjung ke daerah objek wisata Ubud, seperti Objek Wisata Sawah Terasering Tegalalang, atau wisatawan yang datang dari tempat wisata Kintamani menuju ke kawasan tempat wisata di Bali selatan.
Istana Tampak Siring

Selain adanya Pura Tirta Empul di obyek wisata Tapak Siring, juga terdapat istana kepresidenan yang didirikan oleh presiden pertama Indonesia, IR Soekarno sebagai tempat peristirahatan beliau saat berkunjung ke Bali. Hawanya yang sejuk serta jauh dari keramaian kota, cocok dijadikan tempat peristirahatan bagi Presiden Republik Indonesia beserta keluarga maupun bagi tamu-tamu negara.
Istana Tampak Siring di bangun dari tahun 1957 – 1960 dengan artiktek dan pendesain istana kepresidenan adalah RM Soedarsono. Dalam pembangunannya dilakukan secara perlahan-lahan dan mengalami tahapan. Bangunan pertama di bangun pada tahun 1957 adalah wisma Merdeka dan wisma Yudistira.
Komplek Istana Tampaksiring terdiri atas empat gedung utama yakni Wisma Merdeka dengan luas 1.200 m dan Wisma Yudhistira serta Ruang Serbaguna seluas 2.000 m2. Wisma Merdeka dan Wisma Yudhistira ialah bangunan pertama kali yang dibangun pada tahun 1957. Tepat di tahun 1963 semua pembangunan selesai yaitu dengan berdirinya Wisma Negara dan Wisma Bima.
Istana ini mengalami penambahan bangunan di tahun 2003, yang diperuntukan untuk KTT ASEAN Summit XIV. Penambahan bangunan pada Istana Tampak Siring ini, berupa bangunan untuk sarana konfrensi dan resepsi tamu negara. Balai Wantilan yang ada di Istana Tampak Siring, juga mengalami renovasi untuk acara pertujukan kesenian tamu negara.
Memasuki pintu gerbang utama, para pengunjung akan disambut oleh kumpulan kijang dan siapapun diperbolehkan memberi makan ratusan hewan jinak tersebut. Cukup dengan memanggil mereka, kijang-kijang itu akan berdatangan menghampiri pengunjung dan memakan dedaunan segar diberikan.
Maju beberapa langkah ada sebuah aula besar, tak jauh dari banguna itu terdapat Wisma Yudhistira serta Ruang Serbaguna yang memiliki luas 1.200 meter2. Di dalam wisma tersebut dapat ditemui ruang tidur presiden, ruang tidur keluarga, ruang tamu dan ruang kerja orang nomor satu di Indonesia.
Berjalan beberapa meter ke depan terdapat Wisma Negara yang mana tempat untuk menjamu tamu negara. Di antara kedua wisma tersebut terdapat sebuah jembatan persahabatan, dengan lebar 1,5 meter dan panjang 40 meter untuk menuju ke kamar yang sering digunakan Presiden Soekarno.
Sementara Wisma Yudhistira merupakan tempat menginap rombongan kepresidenan maupun rombongan tamu negara. Sedangkan Wisma Bima biasanya digunakan sebagai tempat istirahat para pengawal presiden maupun pengawal tamu negara.
Cara Termudah Menuju Ke Obyek Wisata Tampak Siring

Jika pembaca ingin liburan ke Pulau Bali, alangkah baiknya meluangkan waktu untuk datang ke kawasan wisata pura Tirta Empul serta ke istana presiden Tapak Siring. Pastinya banyak pengalaman dan hal baru yang akan diketahui. Jika pengunjung menyukai objek wisata Pura Tirta Empul, maka anda juga akan menyukai objek wisata Pura Taman Ayun Mengwi.
Saat ini di Pulau Bali belum banyak sarana transfortasi umum, dari tempat wisata Bali selatan menuju ke kawasan wisata pura Tirta Empul. Menggunakan taksi adalah salah satu saranan transfortasi yang dapat pembaca gunakan jika ingin menginap di kawasan wisata Ubud. Namun bila berencana mengunjungi lebih dari satu tempat wisata di Bali, menggunakan jasa sewa mobil beserta supirnya mungkin salah satu cara tepat untuk mendapatkan sarana transportasi murah dan mudah.

AlamatDesa Tampak Siring, Kecamatan Tampak Siring, Kabupaten Gianyar, Bali, Indonesia.

Nusa Dua Bali: Informasi Wisata

Nusa Dua

Nusa Dua merupakan sebuah enklave berisi resor besar internasional berbintang 5 di tenggara Bali. Terletak 40 kilometer dari Denpasar, ibukota provinsi Bali.


Menikmati 3 pantai di 1 lokasi begitulah sedikit gambaran dari Pantai Nusa Dua yang merupakan salah satu resor di sebelah selatan Pulau Bali. Pantai ini sering kali di pakai untuk mengadakan kegiatan berskala Internasional seperti Konferensi KTT Apec dan Konferensi PBB dan secara otomatis kerap di sambangi pemimpin dari berbagai negara.
Karena memilki keindahan di pantainya yang mempesona, maka secara reflek banyak berdiri hotel berbintang 5 untuk memenuhi kebutuhan para pengunjungnya. Kawasan wisata Nusa Dua Bali sangat tertata rapi mulai dari kebersihan, taman, ruangan, desain bahkan pelayanannya sehingga memberi kesan tempat wisata yang mewah.
Secara detail ada 3 pantai di Kawasan Wisata Nusa Dua yakni Pantai Nusa Dua, Pantai Water Blow dan Pantai Geger yang kesemuanya mempunyai ombak yang nyaman, sehingga patut di jadikan tempat berlibur bersama keluarga tercinta.
Pantai Nusa Dua sangat cocok bagi mereka yang suka berjemur dan berenang di pantai dengan suasana yang tenang dan nyaman sekali. Apalagi tidak adanya pedagang keliling yang mengganggu dengan di tambah tidak adanya tukang pijit SPA, penyewaan papan surfing menjadikan pengalaman selama liburan semakin menyenangkan.
Beberapa tempat di Pantai Nusa Dua di jadikan sebagai spot foto pre wedding di Bali yang menjadi idaman para pengunjung. Biasanya mereka menyewa bermacam dekorasi yang di temani fotografer yang siap memberi arahan gaya berfoto.
Sejarah Pantai Nusa Dua Bali

Pantai Nusa Dua Dulunya adalah pantai yang tandus yang mana dijadikan sebagai tempat pengasingan bagi warga yang melakukan kesalahan ( penjara ). Degan kondisi yang serba sulit, orang yang diasingkan hanya makan dari apa yang mereka peroleh di Pantai Nusa Dua. Singkat sejarah, ada 2 oarang pahlawan yang dihukum dan di asingkan.
Setelah itu keduanya bertarung untuk merebutkan kekuasaan di pantai ini dan ternyata mereka memiliki kekuatan yang imbang. Hingga mereka berdua memutuskan berbagi kekuasaan dengan pemisah daerah kekuasaan berupa pikulan yang diletakkkan sebelum melakukan pertarungan.
Fasilitas
Sebagai tempat wisata bertaraf Internasional, di kawasan pantai Nusa Dua Bali di sediakan fasilitas-fasilitas yang sangat mendukung, fasilitas tersebut adalah sebagai berikut :
- Penginapan atau hotel sebanyak 25 dengan fasilitas bervariasi dan bisa disesuaikan dengan keinginan masing-masing pengunjung.
- Rumah makan, Restiran ataupun cafe juga sangat mudah di temui di sepanjang jalan masuk menuju ke Pantai Nusa Dua hingga di tepi pantainya. Untuk menunya juga sangat komplit, bisa di bilang tempat ini adalah surganya para pecinta kuliner.
- Toko Cinderamata beserta oleh-oleh, nah selain bisa memberi beraneka koleksi aksesoris, fasion yang cantik-cantik, para pengunjung juga di puaskan dengan oleh-oleh yang siap di bawa pulang.
- Area Parkir, Toilet Umum, Tempat Sampah, dan petugas penjaga pantai yang siap bersedia membantu.
Lokasi
Keberadaan Pantai Nusa Dua Bali tak jauh dari bandara Ngurah Rai, hanya membutuhkan waktu kurang lebih 2o menit ke arah selatan melewati By Pass Ngurah Rai. Letaknya bersebelahan dengan Pantai Tanjung Benoa bali yang merupakan pusat obyek wisata air tersohor di Pulau Bali.